andiphebe's Blog

Home » Uncategorized » Kelistrikan Suzuki Thunder GS250-ku Normal Kembali dan Suara Mesinpun Jadi Lebih Halus!

Kelistrikan Suzuki Thunder GS250-ku Normal Kembali dan Suara Mesinpun Jadi Lebih Halus!

image

Artikel tentang motor tungganganku lagi, Suzuki Thunder GS250, setelah sebelumnya ganti aki baru (baca disini) tapi ternyata beberapa minggu kemudian aki tekor lagi. Setelah tanya ke beberapa mekanik bengkel (sengaja aku datangi beberapa bengkel untuk bisa seleksi mana yg terbaik), ternyata diagnosanya pengisian ke aki tidak beres, kemungkinan besar trouble di sepul.

image

cuma nunjukin letak sepul pada mesin, tadi tidak sempat ambil foto sepul😀

Ada yang aneh dgn gejala pada motorku, dulu pernah dua kali sepul mati (lilitan kawat tembaga ada yg hangus terbakar), gejala yg terjadi adalah tidak sampai satu hari motor sudah mati tidak mau hidup lagi walaupun tidak menyalakan lampu utama, karena tidak ada arus dari aki yg menyuplai pengapian sehingga tidak ada percikan api dari busi. Tapi yg ini sungguh aneh, walaupun lama dipakai asalkan tidak menyalakan lampu utama, mesin motor tetap hidup normal! Tapi bila menyalakan lampu, dalam jarak kurang lebih 1 km, lampu semakin redup dan bila diteruskan maka mesinpun mogok. Jadi aku harus gulung ulang sepul, karena kalau beli spare part orisinil terlalu mahal (kurang lebih Rp 450.000,-) dan itupun hanya ada di dealer Suzuki pusat di Indrapura Surabaya dan tidak selalu tersedia stocknya, maklum motor langka dan sejak 2005 sudah stop produksi. Akhirnya aku pilih salah satu mekanik untuk bongkar sepul tersebut agar bisa kubawa sepul itu ke bengkel dinamo. Inilah fungsi dari tanya dan cari info ke banyak mekanik karena bisa memilih mana yg terbaik. Dan ternyata pilihanku tidak salah. Mekanik tersebut (namanya Karno), tidak hanya melepas sepul sesuai permintaanku, tapi memeriksa lagi kondisi sepul. Ternyata sepul masih normal, masalah ada disambungan kawat tembaga dan kabel yang terbakar (istilahnya nge-fong) dan sambungan tersebut menempel di pulser (sensor yg membaca timing pengapian pada magnet) sehingga badan pulser yg terbuat dari plastik pun leleh terbakar. Jadi masalah pun pindah dari sepul ke pulser. Lagi2 terbentur masalah biaya karena pulser belinya satu set dgn sepul (maklum biker miskin, hehehe). Akhirnya ada teman mekanik tersebut yg punya pulser Thunder EN125 bekas tapi masih oke, tapi itupun pemasangannya harus diakali karena tidak lgsg plek, harus cari posisi yg pas agar didapat timing pengapian yg tepat. Temannya minta harga cuma Rp15.000,- saja andaikan cocok dipakai pada Thunder 250. Terbayang kan selisih harganya jika beli baru 1 set?

image

contoh gambar pulser milik Yamaha Crypton

Setelah semua beres, dicek lagi pengisian sudah normal, akhirnya aku disuruh mencoba mengendarai motorku.
Hal pertama yang kurasakan, laju motor saat pelan jadi halus dan lancar karena sebelumnya saat jalan pelan selalu ndut2an.
Stasioner mesin pun stabil, tidak naik turun (sebelumnya mesin susah idle).
Kemudian motor kubawa ke bypass Juanda baru yang relatif sepi dan luas lajur jalannya, aku coba pelintir grip gas, motorpun melaju lumayan kencang, ternyata juga oke, tenaga mesin tersalur sempurna dan tidak ada gejala penurunan tenaga saat perpindahan gigi.
Intinya aku puas dgn hasilnya, pengisian arus ke aki oke, mau riding malam pun tidak khawatir lampu jadi redup lagi (jadi bisa merayakan tahun baru nih!), laju motor pun jadi lebih halus dan lancar, mau jalan pelan atau kencang fine2 saja, tapi satu yang harus di ingat : tetaplah berkendara dengan aman, jangan agresif di jalan raya, senyaman dan sekencang apapun motormu, keep safety first bro!
Jangan lupa pula selalu gunakan perlengkapan berkendara yang benar, patuhi peraturan dan jangan lipat lepas spionmu…
^_^

image

mancing aja pakai helm, masak sich naik motor gak mau pakai helm?

(terima kasih buat mas Karno atas kerjanya menangani motorku, you’re a good mechanic!)


4 Comments

  1. dari jaman sd udah seneng sama t250, dulu liat bapak2 pake ini knalpotnya dobel ngeliatnya keren banget:mrgreen:

    • andiphebe says:

      iya sih, motor ini memang cocoknya dipakai bapak2, gak keren dan mahal kayak 250cc lainnya, tapi Thunder 250 yg duluan yang bisa terbeli karena harganya masih terjangkau…
      Hehehe

  2. wildan says:

    mas bro bagi nama bengkel sekalian alamatnya mekanik karno ya…sepertinya T.250 ku juga punya penyakit yang sama…matur tengkiu

    • andiphebe says:

      anda domisili daerah mana mas bro? bengkelnya daerah WadungAsri, Waru-Sidoarjo, besok aku lihat nama dan alamat bengkelnya soalnya aku gak pernah lihat nama bengkelnya dan gak tahu alamat lengkapnya tp tahu tempatnya, hehehe…
      Aku email deh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: